Sabtu, 03 Desember 2016

pembeli jernang

Syahrul Jaya
Pengusaha Jernang Aceh
WA:082186827079
bbm:D2CE2693

Pengusaha Jernang Aceh adalah bentuk usaha perorangan yang bergerak di bidang Distributor, Eksportir, Produsen dan Menyediakan Getah Jernang dari olahan buah jernang yang berkualitas tinggi dan terbaik.

Jernang

SEKILAS TENTANG GETAH JERNANG  (Daemonorops.Sp)

Banyak orang tergiur harga jernang yang fantastis, per kg nya. Harga tinggi menjadi bumerang, banyak perambah menebang kerabat rotan itu. Menebang jernang menjadi jalan pintas memperoleh laba besar. Jernang tumbuh merambat hingga ketinggian 25 meter. Untuk mendapatkan buah di pucuk, memang bukan hal mudah. Oleh karena itu, ‘Jernang terancam punah,’ kata Drs Yana Sumarna MSi, periset di Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Bogor, Jawa Barat.

Getah Jernang merupakan hasil hutan sejenis rotan (bukan kayu) yang diambil getah dari kulit buahnya untuk keperluan tertentu. Buahnya seperti buah rotan, bulat kecil-kecil berkumpul seperti buah salak. Jernang merupakan tumbuhan merambat pada pepohonan di sekitarnya.

Di dalam getah jernang mengandung senyawa dracoresen (11%), draco resinolanol (56 %), draco alban (2,5 %) sisanya asam benzoate dan asam bensolaktat. Getah jernang biasa digunakan sebagai campuran obat diare, disentri dan pembeku darah akibat luka, sebagai bahan baku pewarna porselen, pewarna marmer, bahan penyamakan kulit, bahan baku lipstick dan lain-lain.

Hal ini sangat diperlukan oleh nagara Cina, Thailand, Singapura, Hongkong dimana mereka memerlukan getah jernang lebih dari 400 ton pertahun. Indonesia saat ini dapat mengeksport getah jernang hanya 27 ton pertahun itupun sebagian hasil pencarian buah jernang dari dalam hutan. Penyebaran jernang di Indonesia berada di hutan pulau Sumatera ( Aceh, Jambi, pedalaman Riau) dan Kalimantann (Pontianak).

Bahkan disinyalir jernang hanya terdapat pada tiga Negara di dunia yaitu India, Malaysia dan Indonesia, sehingga getah jernang menjadi sangat mahal harganya. Dari 100 kg buah jernang didapat 3,5 kg getah jernang dengan harga per kg saat ini mencapai 1, 2 juta rupiah. Jenis yang paling mahal harganya adalah jenang jenis dragon’s blood. Saat ini jika ingin membudidayakan jernang dapat diambil dari anakan jernang dalam hutan atau langsung dari biji jernang.

Karena jernang merupakan tumbuhan merambat maka perlu pohon pelindung sebagai tempat merambatnya jernang. Hal ini sangat menguntungkan petani jika jenis pohon pelindung itu juga menghasilkan seperti pohon karet. Selain dapat hasil dari penyadapan getah pohon karet, petani juga dapat menjual getah jernang sehingga menambah pendapatan para petani.

Saat ini jernang baru dibudidayakan di daerah propinsi Jambi, sehingga hasil jernang di Indonesia dari budidaya masih kurang